Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

I Lover Book (3)

Selamat yaa ... keren, deh. Sobat di sini bisa dikategorikan kutu buku, bahkan predator buku! Hihi ... Belasan buku bisa dilalap dalam hitungan jam atau hari. Haus dan haus untuk membaca. Bahkan tak jarang, buku dengan judul sama bisa dibaca beulang kali! Apalagi alasannya jika bukan karena kekurangan bacaan, serta terkesan dengan isi buku tersebut? Membaca buku bagi Sobat ibarat melahap brownies bertoping mesis dan keju. Pengin nambah terus. Enggak mau berhenti. Ketagihan. Bahkan ada rasa yang kurang jika tak melakukan aktivitas membaca! Bagi seorang "predator buku", apapun bisa menjadi sumber bacaan. Tak hanya sekadar buku, majalah atau koran. Bungkus nasi pun akan dibaca, jika memang ada tulisannya! Hebat, kan? Pertahankan ini, Sobat, karena ini merupakan aktivitas luar biasa. Mendulang ilmu yang berserak. Untuk kemudian dibagikan kepada orang lain. Agar blebih bermanfaat. Agar bernilai amal jariyah. Pahalanya mengalir, meski pelakunya telah wafat. Wow, banget , bukan?...

I Lover Book (2)

Di satu sisi, Sobat sudah ngeh  dengan aktivitas membaca. Dan itu keren banget, lho! Perlu disyukuri banget! Karena sangat tidak mudah untuk membentuk hobbit  membaca. Tapi entah mengapa, membaca lewat media internet terasa lebih asyik daripada membaca buku. Memang, secara cost  lebih murah, tapi kepuasan membaca teks di dalam layar dengan memegang bukunya, hmm , beda banget, lho. Enggak ercaya? Coba aja buktikan. Tapi, syaratnya, hati telah bersih dan tidak ada kecenderungan anti buku, hehe.

I Lover Book (1)

Hmm , Sobat patut prihatin, deh. Boleh menggali ke dalam diri. What is the real problem , sehingga aktivitas membaca buku menjadi sesuatu yang asing dan super bikin trouble . Enggak gue banget. Benarkah kita hanya cukup mendapatkan info dari narasumber "katanya"? Tanpa perlu mencari referensi validnya. Bagaimana dengan kisah masa lalu? Tentunya tak mungkin bertandang ke masa itu, bukan? Al-Quran telah menyatakan : Iqro!  Bacalah. Menunjukkan bahwa Islam peduli banget dengan konsep menuntut ilmu. Tidak mencukupkan diri atas apa yang dimiliki. Buku, salah satu kuncinya. Para ulama pun telah mewariskan berbagai kitab. Dan untuk bisa menjadi sukses dalam profesi masing-masing, misalnya penulis, hanya satu syaratnya : rajin membaca! Jadi, masih lantunkan genderang perang kepada buku? Ah ... rugilah itu.