Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Kau Anak Pemberani

Kau Anak Pemberani Oleh : Fatya Bakhitah Sulaiman   23 Mei 2019   Langkah gadis itu terus berderak. Nafas yang memburu tak dipedulikannya. Tangan kirinya mendekap map dokumen. Wajahnya tampak pucat. Apakah yang terjadi? Gadis itu kemudian memasuki sebuah ruangan. Map dokumen yang dipegangnya digeletakkan di atas meja. Sedangkan dia segera mendekati sosok berjaket biru navy yang di depan layar besar. “Ankara, kau kembali?” sosok itu menatap gadis yang dijuluki Ankara itu (artinya kilat). Gadis berjuluki Ankara itu mengangguk, “Tentu saja, Laksamana. Saya sudah berusaha secepat mungkin sejak dipanggil.” “Kau memang sosok kilat, Ankara.” Laksamana Zao tersenyum datar, dia menoleh pada Ankara. Ankara hanya mengangguk, tersenyum tipis, walau wajahnya bersemu merah. “Jadi, apa yang harus kita lakukan, Laksamana?” Ankara mendesak. Wajahnya tampak cemas sejak melirik layar yang menggambarkan kekacauan yang terjadi di Karaman. Lokasi Karaman sangat dekat dengan Ed...