I Always Love You
Kehidupan Daun Chapter : I always love you, Brother “TIDAK! JANGAN LAKUKAN ITU! ADIKKU BELUM MATI!!” Ali berteriak kencang, membuat senyap seisi ruangan. Menyisakan suaranya yang melengking keras, membahana di langit-langit. Ali menatap tajam Dr. Malik yang hendak melepas selang infus dan oksigen yang masih tertancap pada tubuh sang pasien. Mata almondnya menatap nanar, tapi mematikan. “HENTIKAN! JANGAN ADA YANG MENYENTUH ADIKKU! JANGAN ADA YANG BERANI MELEPASKAN PERALATAN ITU!” Ali tersengal, mengatur napasnya yang memburu. Menatap seisi ruangan satu persatu. NIIIIIITTT!! Elektrokardiogram masih berbunyi, meningkahi suasana yang sunyi-senyap. Dr. Diaz dan rekan-rekannya mematung di tempat, tidak bergerak. Pemuda di depan mereka itu menjadi pusat perhatian karena teriakannya yang begitu menyakitkan. Mama terisak dalam dekapan Ayah, tidak sanggup melihat kondisi kedua anaknya. Bearbot tertunduk dalam, menatap pemandangan itu nanar. Mimpi, semuanya terasa...