Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

NEGERI JEREBU

NEGERI JEREBU By : Fatya Bakhitah Sulaiman   Assalamu’alaikum. Hai semua, perkenalkan namaku Fatya Bakhitah Sulaiman. Usiaku sebelas tahun, aku anak sulung dari lima bersaudara. Aku bersekolah di Homeschooling Bayti Jannaty, menduduki kelas 6. Aku berdomisili di Pekanbaru, Riau. Aku hanya mengisahkan kehidupan kami. Tak istimewa barangkali. Namun, semoga ini bermanfaat. Semoga saja ada suatu tindakan baik untuk Riau, Negeri Jerebu. *** Sejak tahun 2016, aku pindah ke sebuah kampung terpencil di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Namanya Batang Toru. Aku pindah ke sana karena Abiku disuruh bekerja di sebuah perusahaan yang ada di sana.             Di Batang Toru, aku menjalani hidup dengan sejahtera, damai dan aman, serta nyaman. Kehidupan di sana berjalan amat indah dan menyenangkan. Udara segar, mentari cemerlang, bukit-bukit menghijau, sungai mengalir bening, air terjun meluncur deras, laut luas mem...

Seruan Untuk Pemimpin

Seruan Untuk Pemimpin By : Fatya Bakhitah Sulaiman   Terkadang, semua yang terjadi selama ini membuatku amat getir, getir sekali Ya, karena semua ini bukan pertama kali Sudah berkali-kali, dan seruan rakyat tak lagi dipedulikan demi harta yang tak dibawa mati Sungguh memprihatinkan kehidupan ini Amat pedih.   Asap-asap membumbung tinggi Hutan dibakar, lahan dibuka, hewan-hewan liar dibiarkan tak memiliki rumah tuk ditinggali Kekayaan membuat buta mata hati, mata nurani Tak lagi ada kata empati, simpati, dan peduli   Lihatlah kehidupan yang berjalan di provinsi ini Negeri Di Atas Awan, begitu orang menjuluki Asap mengambang tinggi, menghalangi cahaya yang berusaha menerobos kegelapannya Astaghfirullah…   Ular-ular tergeletak mati, orangutan mengungsi, harimau pergi Penghuni hutan terpaksa meninggalkan tempatnya sendiri, Karena diburu oleh para perusak yang tak punya empati Oh, kejam sekali  ...

Pesan Sang Pohon Tua

Pesan Pohon Tua By : Fatya Bakhitah Sulaiman   Sejak ku kembali membuka mata, perubahan dan perubahan terus mengalir Semua kemodernan muncul, terus bergulir Namun, mengapa kau terus memayungi pelupuk kota? Terkadang membuatku bertanya, Mengapa kau selalu ada?   Dalam kegelapanmu, kehidupan berjalan sesak Setiap menginjak pasti menemui retak Tanaman layu meranggas Dan hutan terbakar tak berbekas   Apa yang kalian cari? Mengapa semuanya harus terjadi? Apakah hanya karena harta, kalian tak lagi peduli? Duhai, Semuanya juga butuh sehat, Karena itu, janganlah terlena dengan fananya duniawi! Karena fana itu membutakan mata, menulikan kepala, dan membebalkan hati   Ingatlah baik-baik! Sejatinya, kehidupan ini adalah saling membantu, dan Saling bermanfaat dalam berbagi Bukan saling merugikan dan tak berempati Sadarlah! Semua perilaku kalian amat menyesakkan, Mengantarkan semua kerugian, d...

Sahabat Sejatiku

Sahabat Sejatiku By : Fatya Bakhitah Sulaiman   “Errgh,” Aku menggerung sambil meraih guling di pelukan Fathimah. Menguap lebar, lantas berbalik menghadap dinding.             Oiya! Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Aku beranjak duduk. Mataku menatap sekitar dalam remang. Aku mengangkat tangan kananku, melirik smartwatch . Layarnya menunjukkan angka digital pukul 03:40.             Yeah! Aku menjentikkan jari, lantas loncat dari kasur. Aku menyibak rambut yang menutupi mata. Aku melangkah riang ke kamar mandi. Alhamdulillah, yes, akhirnya waktuku untuk menulis tiba *hehe*.             Aku meraih sikat dan past gigi. Menyikat gigi, kemudian mencuci muka dan disusul wudhu. Saatnya mengerjakan sholat Tahajjud selama dua puluh menit sebelum pukul 04:00.         ...