Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

How to Make a Story by Me?

  How to Make a Story by Me? by : Fatya Bakhitah Sulaiman    Assalamualaikum! Yoo temen-temen, udah lama gak jumpa yah? Wkwkwk. Maklumlah, aku sekarang udah duduk di kelas 7, dan nggak jadi homeschooler lagi. Aku memilih melanjutkan studi ke pesantren. Dan … jreng jreng jreeengg!! Karena wabah Covid-19 ini, aku nggak ngalamin tahun ajaran baru di sekolah, tapi lewat daring alias onlen, hehe. Abis itu tugas numpuk pulak lagi! Belum lagi tugas PR, menghafal matan, murojaah, bla-bla-bla. Wkwkw. Ngenes banget ya? *ditimpuk pembaca. Tapi udahlah, syukurin aja apa adanya^^ itu juga nikmat Allah ya, nggak? Selain ngerasain juga gimana rasanya belajar onlen yang penuh oleh tugas-tugas sekolah, tetep aja bisa bertemu guru-guru n temen-temen baru. Sama-sama menyenangkan^^ Karena itulah gaes, kita sebagai readers itu juga harus memaklumi kondisi penulis. Kita nggak boleh mendesak penulis untuk cepat meng- update cerita, melanjutkan cerbung minggu lalu. Karena penulis s...

Tatapan Pertama

Tatapan Pertama By : Fatya Bakhitah Sulaiman   Aku menyeka dahi, terus menatap ke ujung sana. Ke ujung eskalator mall Trans Mart yang bergerak. Menatap satu persatu orang yang keluar-masuk, hilir-mudik berlalu-lalang. Dadaku kembang-kempis menahan rasa yang melonjak-lonjak. Menunggu seseorang yang akan kutemui. Namaku Fatya Bakhitah Sulaiman. Panggil saja Aya. Kali ini aku ingin bercerita tentang bertemu dengan sahabat mayaku. Peristiwa yang sangat kuingat. Aku masih ingat tanggalnya, tanggal 17 Januari 2020. Memori yang terus melekat dalam ingatanku, di mana aku bertemu untuk pertama kalinya, bertatap empat mata dengan sahabat mayaku. Namanya Namira Fayola Ritonga. Namira adalah sahabatku. Sahabat maya. Dia tinggal di Rantau Prapat, Sumatera Utara. Kami berteman dekat di komunitas belajar kami yang diberi nama “Cerivitas”. Ah ya, aku dan Namira sama-sama homeschooler , makanya kami ikut komunitas belajar online . Namira itu anak yang pintar. Dia bisa apa saja. Mulai d...

About Me

Assalamualaikum!! Hello friends! Namaku Fatya Bakhitah Sulaiman, panggil saja Aya! Usiaku 12 tahun. Aku lahir di Pekanbaru, Riau. Tanggal 24 Juli 2008. Aku anak sulung dari lima bersaudara. Aku gadis yang memiliki hobi membaca, menulis, meriset, menggambar digital dan juga berpetualang di alam. Ah ya, aku juga seorang homeschooler . Btw, di blog ini, aku akan bercerita tentang petualangan-petualanganku selama belajar! Penasaran? Nantikan postingan selanjutnya yaaa ... Jangan lupa juga untuk mengunjungi blogku yang berisi khusus untuk cerpen-cerpen dan news ala-ala aku xD adventureinstoryworld.blogspot.com. Jangan lupa kunjungi yah! Dan, terakhir, jika ingin memberikan kritik, saran, atau apapun itu, silakan sebutkan di kolom komentar! Saiah akan senang mendengarnya :D  Babai~ Assalamualaikum!!

Kebahagiaan Sejati

Assalamualaikum. Halo, Teman-teman. Bagaimana kabar kalian semua? Semoga selalu sehat, ya. Selalu sehat dan bahagia di dalam kebersamaan keluarga.  Dalam masa pandemi virus Corona ini, memang banyak sekali yang terhambat. Saat Ramadhan, biasanya kita melakukan tarawih dan i'tikaf di masjid, sekarang tidak bisa kita lakukan. Bahkan kemungkinan besar sholat Idul Fitri saat Syawwal nanti tidak bisa dilakukan bersama di lapangan, seperti biasa. Semuanya serba di rumah.  Benar, semua menjadi sulit saat datangnya virus Corona ini. Semuanya. Berbagai orang juga pasti pernah mengeluh karena tidak bisa keluar rumah, dengan berbagai alasan. Misalnya saya, saya juga pernah mengeluh tidak bisa keluar rumah. Saya dulu sering kali bisa berjumpa dengan sahabat saya, kini tidak lagi. Atau jadwal kopdar dengan grup, itu pun tidak bisa lagi. Atau berjalan-jalan di malam hari bersama keluarga. Itu sudah tidak bisa dilakukan lagi saat masa pandemi corona ini.  Atau dengan alasan yang lebih p...

Cinta Buku di Era Gadget

Hai Sob! Kali ini, author mau nanya, pernahkah jatuh cinta? Katanya nih, falling in love bikin kita enggak mau pergi jauh-jauh dari dia yang bikin baper . Kudu nempel terus bak perangko. So, what about the books? Apakah cinta telah kita jatuhkan padanya? Tak bisa ke lain hati? atau justru sudah ada alternatif lain, yang membuat kita beranjak? Lalu say good bye . Yuk, coba jawab pertanyaan di bawah ini!! 1.         Asma bersorak ketika menemukan namanya terpampang sebagai pemenang lomba menulis ilmiah. Lumayan. Ada 3 juta rupiah yang akan didapatkannya. Tapi dia bingun. Beli gadget untuk download tugas sekolah? Atau beli perlengkapan sekolah yang rusak, atau beli buku bacaan untuk mengasah kemampuan menulisnya? a.        Gadget ajalah. Di samping mendukung pelajaran sekolah, aplikasi lainnya juga bisa dimanfaatkan b.       Perkap sekolah, dong. Tas sudah butut, sepatu berjendela, jilbabnya pun i...

I Lover Book (3)

Selamat yaa ... keren, deh. Sobat di sini bisa dikategorikan kutu buku, bahkan predator buku! Hihi ... Belasan buku bisa dilalap dalam hitungan jam atau hari. Haus dan haus untuk membaca. Bahkan tak jarang, buku dengan judul sama bisa dibaca beulang kali! Apalagi alasannya jika bukan karena kekurangan bacaan, serta terkesan dengan isi buku tersebut? Membaca buku bagi Sobat ibarat melahap brownies bertoping mesis dan keju. Pengin nambah terus. Enggak mau berhenti. Ketagihan. Bahkan ada rasa yang kurang jika tak melakukan aktivitas membaca! Bagi seorang "predator buku", apapun bisa menjadi sumber bacaan. Tak hanya sekadar buku, majalah atau koran. Bungkus nasi pun akan dibaca, jika memang ada tulisannya! Hebat, kan? Pertahankan ini, Sobat, karena ini merupakan aktivitas luar biasa. Mendulang ilmu yang berserak. Untuk kemudian dibagikan kepada orang lain. Agar blebih bermanfaat. Agar bernilai amal jariyah. Pahalanya mengalir, meski pelakunya telah wafat. Wow, banget , bukan?...

I Lover Book (2)

Di satu sisi, Sobat sudah ngeh  dengan aktivitas membaca. Dan itu keren banget, lho! Perlu disyukuri banget! Karena sangat tidak mudah untuk membentuk hobbit  membaca. Tapi entah mengapa, membaca lewat media internet terasa lebih asyik daripada membaca buku. Memang, secara cost  lebih murah, tapi kepuasan membaca teks di dalam layar dengan memegang bukunya, hmm , beda banget, lho. Enggak ercaya? Coba aja buktikan. Tapi, syaratnya, hati telah bersih dan tidak ada kecenderungan anti buku, hehe.

I Lover Book (1)

Hmm , Sobat patut prihatin, deh. Boleh menggali ke dalam diri. What is the real problem , sehingga aktivitas membaca buku menjadi sesuatu yang asing dan super bikin trouble . Enggak gue banget. Benarkah kita hanya cukup mendapatkan info dari narasumber "katanya"? Tanpa perlu mencari referensi validnya. Bagaimana dengan kisah masa lalu? Tentunya tak mungkin bertandang ke masa itu, bukan? Al-Quran telah menyatakan : Iqro!  Bacalah. Menunjukkan bahwa Islam peduli banget dengan konsep menuntut ilmu. Tidak mencukupkan diri atas apa yang dimiliki. Buku, salah satu kuncinya. Para ulama pun telah mewariskan berbagai kitab. Dan untuk bisa menjadi sukses dalam profesi masing-masing, misalnya penulis, hanya satu syaratnya : rajin membaca! Jadi, masih lantunkan genderang perang kepada buku? Ah ... rugilah itu.